Evolusi Terjemahan

Terjemahan dari tulisan di situs https://kibweamani.blogspot.co.id/2017/11/the-evolution-of-translation.html

Asal Penerjemahan

Keberadaan komunikasi tertulis dimulai dengan tanda dan simbol. Komunikasi tersebut berkembang menjadi karakter alfabet yang mewakili suara bahasa lokal. Seiring waktu, manusia mulai tersebar dan pertukaran bahasa terjadi. Harus ada suatu cara agar dapat berkomunikasi satu sama lain. Penerjemah dan interpreter adalah solusinya. Di awal perkembangan penerjemahan, dokumen harus diterjemahkan secara tertulis. Proses tersebutnya biasanya melibatkan sekumpulan orang yang memiliki kemampuan bilingual. Mereka menghabiskan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, menerjemahkan huruf demi huruf, frasa demi frasa agar dapat dibaca oleh seluruh dunia.

Evolusi Penerjemahan

Diperkirakan, pedagang adalah faktor utama yang mengharuskan terjemahan efektif ditulis sebagai bentuk perjanjian antar bangsa dan negara. Semakin lama, tujuan terjemahan bergeser dari sekedar dokumen legal dan keuangan menjadi budaya, seni, dan agama. Pusat penerjemahan segera berkembang di pusat kota agama. Banyak biara yang dikenal karena kualitas terjemahannya. Faktanya, St. Jerome dihormati sebagai orang yang menerjemahkan seluruh Injil ke bahasa Latin seorang diri. Di dunia barat, penerjemahan menjadi keahlian impian di era Romawi dan Yunani.

Di dunia timur, penerjemahan sudah dimulai sejak lebih dari seribu tahun sebelum masehi. Jia Gongyan dikenal dengan kutipan terkenalnya saat dinasti Zhou, “menerjemahkan adalah proses mengganti bahasa yang tertulis dengan bahasa lain tanpa mengubah makna agar dapat dipahami bersama.” Ini menandakan bahwa bahkan pada 3.000 tahun yang lalu terdapat kebutuhan dan pemahaman akan pentingnya terjemahan yang efektif.

Lima belas ratus tahun kemudian, ajaran Budha dari India diterjemahkan ke dalam bahasa Cina. Ini adalah bentuk lokalisasi bahasa oleh penerjemah Cina yang pertama kali diketahui yang mengubah paham Budha orang India ke dalam budaya Cina yang disesuaikan dengan target pembaca.

Ketika terjemahan masih dikaitkan dengan agama, pada pergantian abad ke-20, Yan Fan membuka jalan bagi bangsa Cina untuk mengenal pemahaman, budaya, ekonomi, dan teknologi barat. Sebelum kepemimpinan Yan Fan, kebanyakan dokumen di Cina adalah hasil terjemahan dari bahasa Jepang.

Kemudian penemuan mesin cetak meningkatkan konsistensi dalam penerjemahan. Dokumen hanya perlu diterjemahkan sekali, teks diset, kemudian bisa dicetak berulang kali. Memang, jika ada kesalahan tidak dapat direvisi dengan cepat. Sering kali, satu dokumen terjemahan menjadi dasar untuk terjemahan ke bahasa lainnya. Jika terjemahan campuran digunakan, maka akan menghasilkan tumpukan terjemahan tambahan.

Pada akhir abad ke-20 muncul inisiatif untuk pembatasan dua terjemahan yang membatasi terjemahan sepasang bahasa langsung, dengan banyak terjemahan dari bahasa utama, dan ketidakkonsistensian antar penerjemah. Di akhir abad ke-20, komputer mengubah bidang penerjemahan selamanya.

Bahkan komputer paling canggih sekali pun tak bisa menandingi terjemahan manusia, tetapi komputer dapat memastikan konsistensi penerjemahan dengan pemeriksaan ulang oleh perangkat lunak.

Saat ini terjemahan instan hampir mendominasi terjemahan di ratusan bahasa dengan dua jenis algoritma: Terjemahan mesin statistik dan terjemahan yang didasarkan pada aturan.

Terjemahan yang didasarkan pada aturan menggunakan aturan gramatika dan pertukaran leksem kata per kata untuk menerjemahkan bahasa ke bahasa lainnya. Algoritma statistik menggunakan data yang dikumpulkan dari penerjemahan kata, frasa, dan kalimat sebelumnya dan menjadi dasar penerjemahan selanjutnya dengan informasi tersebut.

Kebanyakan perusahaan penerjemah menawarkan semacam layanan penerjemahan instan dan Google translate tersedia gratis di Internet. Penerjemah ini tidak memberikan terjemahan yang terpercaya, tetapi mereka menunjukkan kemajuan luar biasa dalam bidang tersebut. Perangkat lunak juga dapat mempercepat proses penerjemahan dengan bantuan memori penerjemahan dan kosakata khusus. Ini memungkinkan penyimpanan penerjemahan terpercaya ke dalam database dan dapat digunakan di bawah pengawasan penerjemah profesional. Proses tersebut tidak instan, tetapi mampu mempercepat proses penerjemahan dan meningkatkan keakuratan teks terjemahan pada dokumen atau sekumpulan dokumen.

Apakah mesin akan menggantikan manusia di bidang penerjemahan? Sejarah yang akan menentukan.

Penerjemahan sudah berjalan lebih dari ribuan tahun. Perkembangannya ke depannya pasti akan sangat dinantikan. Ke mana pun arahnya, satu hal yang pasti. Di dunia global, kebutuhan untuk mendapatkan terjemahan yang berkualitas takkan pernah habis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s